Karena mereka tidak sadar sedang 'membunuh' rejekinya sendiri dengan tingkah lakunya.


Orang tua saya punya bisnis kue bulan industri rumahan.

Setiap tahun ada yang namanya Festival Kue Bulan.

Nah pada momen Festival Kue Bulan ini, orang tua saya akan mempekerjakan sekitar 8 - 10 orang.

Makan siang dan makan malam disediakan oleh orang tuaku.

Namun agar menekan biaya, kami akan membeli bahan bakunya di pasar, lalu akan mempercayakan beberapa di antara mereka yang kebetulan memang bisa memasak.

Minggu pertama, tidak terjadi apa-apa.

Minggu kedua, pegawai lainnya mulai mengeluh ke orang tuaku, bahwa makanan mereka terasa tidak cukup. Padahal orang tua ku sudah memperhitungkan dengan seksama bahwa semua orang pasti akan mendapatkan jatah yang cukup.

Setelah ditelusuri, salah satu tukang masaknya selalu bungkus pulang makanan yang sudah dia masak untuk suami, anak-anak dan orang tuanya di rumah.

.

Tugas memasak tetap diserahkan ke dia, namun gerak geriknya dipantau langsung oleh orang tuaku.


Orang miskin tuh tidak sadar bahwa banyak dari tingkah lakunya itu sebenarnya sedang membunuh rejekinya sendiri.

Contoh dari kasus di atas saja, menunjukkan bahwa bagaimana dia bisa dipercaya dengan hal-hal besar, kalau dari hal kecil saja dia sudah tidak bisa dipercaya?

.

Berbohong, menipu, mencuri kecil-kecilan, bermalas-malasan, dan tindakan melanggar moral lainnya yang mereka lakukan itu perlahan-lahan menutup jalur rejeki yang seharusnya bisa dia dapatkan kalau saja dia bekerja dengan benar.

Comments (0)

Subscribe Here

Popular Posts